READ AND SHARE YOUR POP INFORMATION!

Sinopsis Lengkap Gu Family Book Episode 4

1

Menyambung episode sebelumnya, dimana Kang Chi jatuh pingsan dalam pelukan Yeo Wool. Sebelum pingsan, Kang Chi berkata,” Jangan khawatir. Kang Chi akan melindungimu.”. Yoe Wool kembali pada masa lalunya serasa pernah mendengar kata-kata tersebut. Dalam ingatan masa kecilnya,  ada seorang anak laki-laki yang melindungi Yoe Wool kecil dari serangan anjing. Ingatan tersebut masih terlihat samar-samar. Mungkinkah Kang Chi adalah teman masa kecilnya. Sejenak Yeo Wool tersadar, inilah seseorang yang ditemuinya di bawah pohon sakura saat bulan sabit terlihat. Ramalan biksu So Jung benar adanya.

Tanda diduga rombongan Jo Gwan Woong telah tiba di penginapan seributahun milik tuan Park. Karena tuan Park telah pergi, Tao Soo lah yang menyambut rombongan Jo Gwan Woong. Pengawal Jo Gwan Woong meminta Tae Soo untuk menyediakan kamar untuk dirinya dan para pengawal. Dikarenakan permintaan yang tiba-tiba dan jumlah seluruh rombongan terlampau banyak, permintaan tersebut tak bisa dipenuhi oleh Tae Soo. Tae Soo meminta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan pengawal dikarenakan kamar telah penuh. Pengawal Jo Gwan Woong terus menuntut untuk disediakan kamar malam itu juga.

2

Mendengar permintaannya tak dipenuhi, Jo Gwan Woong pun membuka tirai tandunya untuk menampakkan diri. Terlihat wajah Jo Gwan Woong yang menua dan ada bekas luka di pipinya. Tae Soo bersama pelayan kembali memeriksa seluruh kamar kosong yang ada. Hanya ada dua kamar kosong malam itu. Tae Soo dan pelayan cemas karena itu pertanda hal buruk. Sejenak Tae Soo mengharapkan Kang Chi ada disisinya untuk membantu. Salah satu pelayan berinisiatif mencari Kang Chi.

4

5

Kang Chi yang diharapkan tertidur pulas disebuah rumah. Di sampingnya terlihat Yeo Wool merenung memandangi Kang Chi. Ia memikirkan ramalan dari biksu So Jung sambil menghela nafas. Hendak membangunkan Kang Chi yang tertidur lelap tak membuahkan hasil. Masuklah Gon tak lama kemudian memberitahukan ia sudah menghalau para pengawal yang mengejar Kang Chi. Yeo Wool memberitahu sepertinya Kang Chi terkena serbuk bius sehingga pulas tertidur seperti yang terlihat. Gon yang penasaran mencoba membangunkannya dengan menyepak lengannya. Yang ada terdengar suara dengkuran makin keras. Gon tak kehilangan akal. Ia mencabut pedangnnya dan menancapkan tepat ke arah kepala Kang Chi yang tertidur.

6 Gu-Family-Book-Gon

Yeo Wool terperangah dan ia terkejut pula dengan reflek Kang Chi yang langsung terbangun dan menghindari pedang Gon. Ia tampak marah dan bertanya siapa mereka berdua. “Bukankah kau yang seharusnya memperkenalkan diri terlebih dahulu?” tanya Gon kepada Kang Chi. Ia terlihat kebingungan dan seperti baru tersadar, “Nama ku Kang Chi dari penginapan seribu tahun. Sekarang kalian siapa dan dari mana asal kalian?” tanya balik Kang Chi. Gon pun menjawab singkat sambil tersenyum, “Maaf, kami tak pernah memberitahukan identitas kami kepada orang asing.” Mendengar jawaban seperti itu Kang Chi menggerutu kesal. Karena kesal Kang Chi menantang Gon dan melepaskan pukulan kearahnya. Namun Gon dengan tenang membalikkan pukulan Kang Chi hingga ia jatuh terjungkal. Beberapa kali Kang Chi berusaha memukul namun gagal. Serangan terkhirnya berhenti karena Yeo Wool melerai mereka. “Apa kau akan menyerang orang yang menyelamatkan mu?” tanya Yeo Wool.

Gu-Family-Book-Kang Chi

Gu-Family-Book-Kang Chi2

Seakan tak percaya bahwa orang yang menyelamatkannya adalah perempuan yang didepannya, Kang Chi pun tertawa meremehkan. Ia tak bisa mengingat dengan jelas siapa yang menolongnya ketika itu. Merasa tak terima diremehkan, Yeo Wool menendang muka Kang Chi hingga ia terjatuh. Kang Chi yang jatuh terkejut karena tak menyangka dengan tendangannya hanya bisa terdiam. “Apa kau percaya sekarang?” tanya Yeo Wool.

Gu-Family-Book-Kang Chi3

Akhirnya mereka bertiga berjalan ditengah kota mengarah ke penginapan seribu tahun. Hal yang lucu adalah tangan dan badan Kang Chi terikat oleh tali kencang dan Yeo Wool memegangnya dari belakang seperti membawa binatang peliharaan. “Kenapa kau memperlakukan ku seperti ini… Aku bukan anak anjing, kan? Tolong lepaskan aku.” Pinta Kang Chi sambil memelas kepada Yeo Wool. Yeo Wool tetap mengindahkannya dan menyalahkan mengapa ia yang menyerang orang yang telah menyelamatkannya. Kang Chi terus memohon memelas kepada Yeo Wool.

“Jika ada orang yang melihatku seperti ini aku akan sangat malu…” mohonnya kepada Yeo Wool. Sedetik kemudian pelayan penginapan yang mencari Kang Chi berpapasan. Ia bertanya apakah itu benar Kang Chi. Hah… untuk menghindari rasa malu sekali lagi Kang Chi memohon untuk melepaskan ikatannya. Yeo Wool hanya tersenyum manis dan berkeata kepada pelayan itu, “Apakah orang yang kau cari adalah Choi Kang Chi?” Kang Chi hanya bisa menahan malu tertunduk. Pelayan itu menanyakan apa yang terjadi kepada Kang Chi dan siapa orang yang bersamannya. Spontan kang Chi tertawa lepas dan mengatakan bahwa mereka adalah temannya. Mereka sedang bermain-main iseng lanjut Kang Chi sambil mengalungkan tangannya di pundak Yeo Wool yang terkejut.

Gu-Family-Book-Kang Chi4

“Hei, lepaskan tanganmu” pinta Yeo Wool kesal.

“Tidak, aku sudah malu biar sekalian malu bareng-bareng saja hehehe” bisik Kang Chi.

Tetapi pelayan penginapan segera berkata,”Berhenti bercanda, penginapan sedang ada masalah Kang Chi…”. Melihat wajah pelayannya yang cemas membuat Kang Chi terlihat serius mendengarkan cerita sang pelayan.

Di tempat terpisah, Jo Gwan Woong turun dari tandunya terlihat marah karena penolakan yang didengarnya. “Apa kau tidak tahu siapa Jo Gwan Woong?” bentaknya.

Tae Soo menjelaskan, “Kami mengatakan dengan sopan bahwa kamar telah penuh. Kami tidak akan mengusir tamu yang lebih dulu tinggal, semua yang masuk ke penginapan ini akan kami perlakukan setara. Begitulah filosofi dari ayah kami. Saya akan meyuruh pelayan untuk mencarikan anda penginapan lain disekitar sini bila anda mau.”

“bahkan tidak untuk Jo Gwan Woong?” tanyanya dengan nada tak percaya.

3

“Bahkan untuk seorang raja pun akan kami perlakukan sama di sini.” Ujar Tae Soo yang terpancing emosinya. “YAAA! Kau…” teriak Jo Gwan Woon. Pengawal yang berada di depan menghunuskan pedang ke leher Tae Soo. “Kau berani menyebut raja?? Apakah kau mau dibilang penghianat?” tanya Jo Gwan Woong. Akibat emosi Tae Soo keadaan semakin runyam.

Ibu Chung Jo yang mendengar kabar ada keributan segera menyusul. Ia meminta maaf dan berlutut dihadapan Jo Gwan Woong agar anaknya diampuni. Ibu Chung Jo meminta Jo Gwan Woong agar bersabar karena ia akan menyiapkan kamar untuk mereka semua. “Apa ini hanya karena masalah kamar?” tanya Jo Gwan Woong kepada ibu Chung Jo. Saat ini ada sebuah kejahatan karena tidak menghargai raja dan mereka yang tidak menghargai raja yang dipilih dari langit adalah penghianat. Ibu Chung Jo meinta maaf dan meminta bila ada yang harus dihukum itu adalah dirinya yang tidak bisa mendidik dengan baik anak-anaknya. Tae Soo tidak tega melihat ibunya menatap marah kepada Jo Gwan Woong.

Gu-Family-Book-2

Sesaat mata Jo Gwan Woon seperti melihat bayangan Yoon Seo Hwa dari kejauhan. Ia terus menatap perempuan itu. Ternyata muncul Chung Jo yang khawatir dengan keadaan di luar dan ingin ikut melihatnya. Melihat ibunya sedang berlutut, Chung Jo ongin mendekat tetapi niatnya dihalangi oleh pelayan Choi. Mata Jo Gwan Woong tak bisa lepas dari Chung Jo seperti terbayang-bayang oleh Yoon Seo Hwa. Cantik mereka sama.

Gu-Family-Book-3

Dan… muncullah Kang Chi yang menghalangi pandangan Jo Gwan Woong. Jo Gwan Woong kaget seperti orang terbangun dari mimpinya. Angin bertiup kencang seketika seakan memberi pertanda. Tae Soo dan Chung Jo merasa lega Kang Chi telah datang disaat yang ditunggu-tunggu. Kang Chi mengangguk tanda hormat kepada ibu Chung Jo dan meminta maaf kepada Tae Soo untuk keterlambatannya. Tae Soo menyambut dengan lega.

Gu-Family-Book-4

Jo Gwan Woong bertanya siapa dirinya kepada Kang Chi.

“Saya Choi Kang Chi, adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kedamaian di penginapan ini dan siapapun yang membuat keributan akan menjadi urusan saya, Tuan.”

Jo Gwan Woong jelas tampak tak suka dengan perkataan Kang Chi yang seperti menantangnya. Kang Chi kembali maju selangkah dan  lanjut berkata,”Untuk seorang bangsawan yang terhormat seperti anda, tindakan Anda sangat kasar. Bagaimana bisa anda menghunuskan pedang kepada seseorang yang dengan sopan memberitahu bahwa penginapan ini telah penuh dan kemudian menuduhnya sebagai penghianat. Jika itu bukan kasar apa namanya?”

“Anda adalah tamu dipenginapan kami, tidak kurang dan tidak lebih. Sekarang anda bisa memilih, untuk meninggalkan tempat ini tanpa keributan…” belum sempat Kang Chi menyelesaikan kalimatnya Jo Gwan Woong berteriak marah, “Dasar Kau!!”

“… atau kau akan berurusan dengan ku?” tantang Kang Chi.

Tiba-tiba semua pengawal mengambil pedang mereka dan mengacungkannya kepada Kang Chi. Yeo Wool dan Gon yang sedari awal mengamati situasi penginapan dari balik dinding pagar, tampak cemas melihat keadaan tersebut. Yeo Wool yang ingin turun membantu dicegah oleh Gon. Perkelahian tak terjadi, kali ini Kang Chi dengan berani melumpuhkan para pengawalnya. Dengan tangan kosong ia merebut pedang salah satu pengawal dan menghunuskannya ke arah pengawal tersebut.

Gu-Family-Book-5

“Apakah harus kuteruskan?” tanya Kang Chi puas. Yeo Wool yang melihat dari jauh cukup terkesima dengan keahlian Kang Chi, begitu juga Gon yang seksama mengamati. “Apakah harus kuteruskan?” ulang Kang Chi karena tak mendapat jawaban.

Jo Gwan Woong tiba-tiba tertawa keras. Seluruh orang bingung termasuk Kang Chi. Ia tertawa karena menganggap penginapan ini dihuni oleh orang-orang yang sangat menarik. Rupanya itulah cara yang dipakai Jo Gwan Woong untuk mencairkan suasana, cukup licik. Dari arah belakang ada pengawal kerajaan yang datang memberitahu bahwa kemah untuk tuan Jo Gwan Woong dan para pengawal telah siap. Dan mereka pun pergi. Jo Gwan Woong jelas tampak tak puas dengan hasil yang didapat malam itu.

Esok harinya tuan Park dan Tae Soo pergi menghadap Jo Gwan Woong. Jo Gwan Woong yang kala itu sedang santai ditemani oleh beberapa Gisaeng terlihat malas menemui tuan Park. Di tempat terpisah Kang Chi juga sedang menghadap ibu Chun Jo. Ia bertanya apa salah ia hingga nampaknya ibu Chung Jo sangat membenci dirinya. “Anda tak pernah tersenyum sekalipun kepada saya selama bertahun-tahun. Apa salah saya? Tolong katakan maka saya akan memperbaikinya.” Pinta Kang Chi.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-1

“kau adalah pembawa sial di rumah ini. Keberadaanmu mengancam Tae Soo dan Chung Jo. Aku benci melihat mu.” Ibu Chung Jo terlihat emosi.

“Aku berjanji akan melindungi mereka.” Ungkap Kang Chi seraya berusaha menyakinkan ibu Chung Jo.

“Janji katamu. Aku bahkan tak bisa yakin apakah kau itu adalah seorang manusia atau bukan…” balas ibu Chung Jo.

Kang Chi bertanya maksud dari perkataan yang terakhir didengarnya. Pelayan Chun Jo masuk dan memberi kabar bahwa ibu Chung Jo sedang ditunggu oleh anaknya di depan. Belum sempat mendapat penjelasan, ibu Chung Jo berlalu meninggalkan Kang Chi begitu saja.

Kang Chi yang bejalan lemas tak sengaja melihat Chung Jo yang sedang bersama para pelayan. Mereka mengucapkan selamat atas pernikahan puteri Chung Jo yang akan segera digelar. Para pelayan tertawa gembira tetapi tidak dengan Kang Chi yang hanya bisa memandang Chung Jo dari kejauhan dan perlahan pergi.

Kang Chi menatap kosong ditengah halaman sambil memandang bunga sakura. Ia termenung dengan semua peristiwa yang terjadi padanya belakangan ini. “Oh.. seperti itu ceritanya.” Terdengar suara perempuan dari belakang mengagetkan Kang Chi. “Cerita seorang anak pelayan mencintai puteri tuannya dan ibunya tentu saja tidak setuju lalu berusaha mengusirmu. Cerita lama, seperti itu kan ya?” sambungnya.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-2

Ternyata perempuan tersebut Yeo Wool. Karena sedang tidak mood untuk ngobrol, Kang Chi meyuruh Yeo Wool untuk pergi dang mengurusi urusannya sendiri. Ketika Kang Chi berbalik pergi, PRAKK… Yeo Wool memukul kepalanya dari belakang dengan sebatang bambu. Wajah Kang Chi terlihat sangat lucu karena kesakitan campur terkejut.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-3 Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-4

“Apa-apaan ini, Kau sudah bosan hidup ya?” tanyanya dengan mata melotot. Yeo Wool meminta maaf. Ia mengira kang Chi akan menghindar seperti malam ketika Gon ingin membangunkannya dengan pedang. Ternyata tidak… Yeo Wool terus meminta maaf. Ternyata Yeo Wool masih penasaran dengan Kang Chi apakah ia teman semasa kecilnya yang pernah menolongnya. Yeo Wool mengatakan bahwa Kakng Chi sangat takut pada laba-laba. Hal itu ditepis oleh Kang Chi, ia pun berbalik meninggalkan Yeo Wool. Sambil menunjuk kearah kaki Kang Chi, Yeo Wool berterika ada laba-laba dikakinya. Sontak Kang Chi terkejut dan berbalik memeluk Yeo Wool karena takut. Ternyata itu hanya bohongan untuk menguji Kang Chi. “Ternyata itu kamu…” gumam Yeo Wool.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-5 Suzy

Sementara itu, ditempat Jo Gwan Woong, akhirnya tuan park dan Tae Soo diperbolehkan masuk setelah menunggu lama. Tuan Park meminta maaf atas keributan yang terjadi kemarin malam di penginapan seribu tahun. Dengan angkuh Jo Gwan Woong meminta Kang Chi dihukum 200 pukulan. Tuan Park yang mendengar hal itu terkejut dan mengatakan bahwa 200 pukulan bukan hanya melukai tapi bisa membunuh seseorang. Seakan tak perduli dengan hal itu Jo Gwan Woong tetep bergeming. Akhirnya sebagai niat baik tuan Park menawarkan Jo Gwan Woong boleh meminta apapun kepada dirinya. Mendengar hal itu Jo Gwan Woong tersenyum licik.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-7

“Bagaimana bila aku meminta penginapan seribu tahun milik mu?” tanya Jo Gwan Woong. Ttuan Park dan Tae Soo kaget. “Ahh.. rasanya terlalu berat…” pikir Jo Gwan Woong. “Ahh… bagaimana bila kau memberikan puteri mu untuk ku. Ia cantik dan masih muda. Sesuai dengan selera ku.” Sambungnya.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-6

Lebih kaget lagi mereka berdua mendengar permintaan terakhir. Tuan Park tahu Jo Gwan Woong sedang mencari cara untuk menghancurkan keluarga dan bisnisnya. Tuan Park terlihat berpikir serius selagi Jo Gwan Woong tersenyum licik menunggu jawaban. Jika ia tidak memberikan puterinya maka Kang Chi akan dihukum 200 pukulan. Sungguh pilihan yang sulit. Tuan Park bangkit dan berlutut sambil berkata, “Kesalahan seorang anak adalah kesalahan orang tuanya. Saya akan menggantikan Kang Chi untuk menerima hukuman 200 pukulan. Apakah cukup?”

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-8

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-9

Strategi tuan Park jitu. Mereka keluar dengan selamat (setidaknya untuk hari itu). Pengawal Jo Gwan Woong bertanya kepada tuannya mengapa ia meloloskan tuan Park. Sang tuan menjelaskan, bila ia menghukum tuan Park 200 pukulan, apa yang akan dibicarakan oleh penduduk sekitar. Tuan Park adalah orang yang dipuja di wilayah ini melebihi raja seorang. “Habisi nyawa tuan Park malam ini dan buat seolah-olah Kang Chi yang melakukannya.” Perintah Jo Gwan Woong kepada pengawalnya.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-11 Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-12

Di tempat terpisah tepatnya di kedai makanan, Yeo Wool dan Gon sedang melapor kepada seorang bangsawan berpakaian sederhana. Saat Yeo Wool sedang berbincang dengan bangsawan tersebut. Terdengar keributan dari arah belakang. Ternyata Kang Chi membuat ulah kembali dengan menghajar beberapa orang preman. Ternyata yang dihajar oleh Kang Chi adalah preman Bong Chool beserta anak buahnya. Bangsawan itu sepertinya tertarik dengan Kang Chi dan mengikutinya ke tengah kota bersama Yeo Wool dan Gon.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-10

Sesampainya ditengah kota, preman tersebut berjejer dan terlihat Kang Chi meminta uang kepada mereka semua. Awalnya hanya sedikit uang yang dilempar oleh Bong Chool. Setelah diancam kembali oleh Kang Chi, maka terkumpulah uang yang banyak dari mereka semua. Bangsawan tersebut berujar, “Bagaimana bisa ia memeras orang disiang hari seperti ini?”. Yeo Wool berencana turun tangan melihat kelakuan Kang Chi. Belum sempat ia bergerak lebih lanjut, Kang Chi dengan uang ditangannya menyuruh warga berbaris, “Ayo berbaris semua!!!”. Kang Chi pun dielu-elukan sebagai seorang pahlawan.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-14

Satu persatu warga uangnya diberikan kembali sesuai dengan yang diambil oleh preman Bong Chool. Ternyata uang tersebut memang uang warga yang diperas oleh para preman. Kang Chi yang melihat tindakan Bong Chool dan anak buahnya tidak bisa tinggal diam. Warga terus saja mengelu-elukan Kang Chi sebagai pahlawan dan ia hanya bisa tertawa senang. Bangsawan yang semula kecewa berbalik menjadi kagum dengan tindakan Kang Chi yang baru pertama kali ditemuinya. Yang tak kalah kagum adalah Yeo Wool, sampai diam terpana melihat Kang Chi.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-13

Kang Chi berpesan pada Bong Chool, “Hei, bila kau mau mengambil, setidaknya jangan mengambil dari yang miskin. Kau harus mengambil dari yang kaya. Maka, saya tidak akan terlalu membencimu…” sambil tersenyum. Warga pun bergembira saat itu.

Diantara kerumunan warga yang bergembira, Yeo Wool melihat biksu So Jung dari kejauhan. Lalu ia mengejarnya. Yeo Wool menanyakan takdirnya, “Apa yang terjadi jika aku tidak menghindari takdir itu? Jika aku tak dapat menghindarinya, apa yang akan terjadi?”

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-15

“Salah satu kalian akan mati.” Jawab sang biksu dengan rasa berat. Yeo Wool kembali bertanya siapa yang akan mati. “Hidup dan mati adalah takdir. Kita tidak bisa melawan kehendak langit. Hanya itu yang bisa kusampaikan.” Lanjut biksu So Jung sambil berlalu pergi meninggalkan Yeo Wool dengan teka-teki.

Malama itu Kang Chi pulang dengan membawa anggur dan makanan pemberian dari warga. Pelayan Choi ayah angkat Kang Chi menunggu dengan khawatir layaknya seorang ayah menunggu anaknya. Kang Chi memberikan anggur itu kepada ayah angkatnya dan menjelaskan bagaimana ia mendapatkan anggur tersebut. Pelayan Choi bingung apakah ia harus berbangga atau malah takut para preman akan kembali ke penginapan seperti beberapa waktu lalu. Kang Chi menyakinkan hal itu tak akan terjadi, lal bertanya di mana tuan Park berada. Ternyata tuan Park sedang berkumpul sambil bercengkrama santai bersama seluruh keluarganya.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-17

Kang Chi yang hanya bisa memandang dari jauh kebersamaan mereka terlihat cukup bahagia. Kepala penjaga Ha No, yang datang ikut berdiri di samping Kang Chi dan berkata,”Jangan kau selalu bermimpi Kang Chi.”

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-16

“Hanya dengan memandang mereka saja, sudah membuat aku senang dan merasa bagian dari keluarga itu.” Ujar Kang Chi sambil tersenyum. Walaupun terlihat tersenyum, Ha No mengetahui dalam hati Kang Chi tengah bersedih.

Tak bedanya dengan Kang Chi, Yeo Wool malam itu juga sedang bersedih. Ia tumpahkan dengan berlatih pedang di tengah taman penginapan. Yeo Wool bimbang dengan pilihan yang diberikan oleh biksu So Jung. Ia mengeluarkan jurus terakhirnya sekuat tenaga hingga membuat bunga sakura berguguran. Terdengar suara tepuk tangan. Ternyata Kang Chi melihat latihan Yeo Wool dan mengakui kehebatannya dalam bermain pedang. Lalu ia bertanya bagaimana ia bisa tahu rahasia tentang laba-laba itu. Ia bertanya apakah mereka pernah bertemu sebelumnya.

“Apakah kau pernah mengenal ku? Pernah kita bertemu sebelumnya?” tanya balik Yeo Wool kepada Kang Chi. Karena merasa tak yakin juga, Kang Chi terlihat kebingungan. “Kalau begitu kita belum pernah bertemu. Jika kau tidak bisa mengingatnya maka hal itu tidak berarti sesuatu apapun.” Terang Ye Wool sambil berjalan meninggalkan Kang Chi. Ternyata hati Yeo Wool sudah memutuskan pilihan yang ia ambil perihal takdirnya.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-18

“Jika aku mengingatnya, apakah akan berarti sesuatu?” tanya Kang Chi. Yeo Wool berbalik dan memandang laki-laki yang ada dihadapannya. Tiba-tiba Kang Chi berlari mendekat dan memeluk Yeo Wool membawanya menunduk lebih dekat ke tanah. Ada senjata yang dilemparkan seseorang ke arah Yeo Wool. Untungnya karena Kang Chi senjata tersebut tak mengenai Yeo Wool. Terlihat sebersit bayangan berpakaian ninja dari atap melarikan diri setelah melempar senjata itu. Mereka berdua pun mengejar ninja itu. Namun ninja lain ternyata sudah menunggu untuk masuk ke dalam kediaman tuan Park.

Tuan Park yang sedang membaca buku disebuah ruangan merasa ada sesuatu yang beda malam itu. Ia pun membuka pintu dan tiba-tiba angin kencang bertiup hingga mematikan lilin yang ada di dalam ruangan. Tuan Park pun kembali menyalakan lilin dan terkejut mendapati biksu So Jung tengah ada di ruangan. Tuan Park menyambut biksu So Jung dengan hangat. Mereka duduk lalu berbincang-bincang. Tuan Park bercerita tentang janjinya selama 20 tahun untuk menjaga Kang Chi, biksu So Jung mendengarkan dengan cermat. Ketika akan bercerita tentang Kang Chi dan gelang ajaibnya, tuan Park tersadar ada sesuatu yang janggal. “Siapa kau? Tunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya!!!” perintah tuan Park.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-21

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-20

Firasat tuan Park benar. Walau terlihat seperti biksu So Jung, ternyata bukan. Merasa kedoknya sudah terbongkar, biksu So Jung mencabut pedangnya dan menaruhnya tepat di leher tuan Park. Sekejab biksu tersebut berubah menjadi seorang ninja berpakaian serba hitam. Tuan Park pun terkejut.

Sementar itu Kang Chi dan Yeo Wool terus mengejar ninja itu sampai di suatu tempat dimana ninja tersebut berdiri di atas atap yang tinggi. Mereka berdua sejenak terdiam. Kemudian dari kosongnya udara muncul bayangan hitam disamping ninta itu dan membentuk wujud seperti ninja. Satu persatu muncul berurutan hingga ada puluhan ninja. Kang Chi yang sepertinya baru melihat jurus tersebut terkejut. “itu hanya ilusi.” Ujar Yeo Wool menjelaskan. “Walaupun hanya ilusi, pedang mereka dapat melukaimu.” sambungnya.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-19

“Hah… kau sedang bercanda bukan? kalau begitu kita harus bertempur sampai mati.” ujar Kang Chi.

“Tidak. Sekarang kita harus berjuang untuk tetap hidup.” Yeo Wool menarik pedangnya tanda bersiaga. Kang Chi pun tak mau kalah ikut berpose dengan tangan kosongnya.

Gu-Family-Book-Ep-4-Pic-22

 

-End-

 

Review episode 4

 

Wah.. cceritanya menjadi lebih seru ya. Apakah Yeo Wool mendengarkan nasihat bisksu So Jung untuk menjauh dari Kang Chi? takdir yang akan membawa salah satu dari mereka mati, atau justru takdir akan membawa mereka lebih dekat. Ini ada kata-kata yang menarik dari Kang Chi ketika meminta uang dari preman Bong Chool,

 “Hei, bila kau mau mengambil, setidaknya jangan mengambil dari yang miskin. Kau harus mengambil dari yang kaya. Maka, saya tidak akan terlalu membencimu…” sambil tersenyum.

Walaupun mengambil dari orang kaya, tetap saja perbuatan memeras atau mencuri tak bisa dibenarkan kan ya… Tapi setidaknya pesan moral yang diberikan dalam episode kali ini sangat baik.

Episode selanjutnya pasti lebih seru, apakah Kang Chi dan Yeo Wool bisa lolos dari pertempuran ilusi ninja? atau bgaimana nasib tuan Park dengan pedang di lehernya?

Penasaran bukan… Kita juga ingin teman-teman pembaca Okepop untuk memberikan komentarnya ya.

 

Have a nice day.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>